Strategi Peningkatan Peringkat Perguruan Tinggi Versi Kemristekdikti (Studi pada Universitas Brawijaya)
(Mochammad Rozikin, Maya Kurniawati, Khairunnisa Aliyyah)
DOI : 10.24246/j.jk.2020.v7.i1.p86-97
- Volume: 7,
Issue: 1,
Sitasi : 0 01-Jul-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.07-Jul-2025
Abstrak:
The Ministry of Research, Technology and Higher Education has announced the results of ranking universities in Indonesia. Universitas Brawijaya has experienced ups and downs in ranking. During the period of 2015-2019, the best ranking of Universitas Brawijaya in the fifth recruitment in 2016. This study aims to formulate a series of optimization strategies for improving UB's rank. Research approach with qualitative methods and the literature review technique and focusing on several approaches to formulate strategy, which are Balanced Scorecard, SWOT, and SPACE. Retrieval of data with the method of observation and documentation. While data validation with Triangulation. The results of this study explained that the Balanced Scorecard, SWOT, and SPACE could be used to solve strategy formulation problems. There are eleven strategic steps to optimize and improve Universitas Brawijaya's ranking by following the indicators set by the Ministry of Research, Technology and Higher Education.
|
0 |
2020 |
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMA NEGERI I BOJA MENGENAI SANKSI HUKUM PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR
(Tri Mulyani, Efi Yulistyowati, Dhian Indah Astanti)
DOI : 10.26623/kdrkm.v1i1.2408
- Volume: 1,
Issue: 1,
Sitasi : 0 27-Jun-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p>Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan hal-hal yang harus diperhatikan dalm berkendara adalah menghormati pesepeda dan pejalan kaki, tidak boleh menaikan motor ke trotoar, harus berkonsentrasi dalam berkendara, mengetahui hak pejalan kaki, kalau mau berbelok, berbalik arah wajib menyalakan lampu isyarat, memasang plat nomer, mengenakan helm dan wajib memiliki SIM. Bagi anak di bawah umur sulit memenuhi aturan tersebut terutama dalam hal kepemilikan SIM, karena mencari SIM harus 17 tahun. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kelabilan anak sehingga sering menyebabkan kecelakaan. Berdasarkan data dari Korlantas Polri pada periode trimester ketiga 2015 terjadi pelanggaran sebanyak 28.544 kasus, sebagian besar dilakukan oleh anak di bawah umur. Anak di bawah umur berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, dapat dikenai pertanggunjawaban pidana. Bagi anak berusia 12 hingga 14 dikenai sanksi tindakan dan usia 14 ke atas dikenai sanksi ½ hukuman orang dewasa. Berdasarkan fenomena ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Semarang perlu melakukan sosialisasi dengan mengangkat permasalahan tentang peningkatan pemahaman terhadap Siswa SMA Negeri 1 Boja mengenai sanksi hukum pelanggaran lalu lintas oleh anak di bawah umur. Pengabdian ini dilakukan dengan cara ceramah dan Tanya jawab secara langsung dan evaluasi dengan penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemahaman pemahaman Siswa SMA Negeri 1 Boja mengenai sanksi hukum pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak di bawah umur, menunjukkan adanya peningkatan 21,6%, itu artinya bahwa terdapat respon yang positif dari para siswa mengenai pentingnya peningkatan pemahaman mengenai sanksi hukum pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anak di bawah umur.</p>
|
0 |
2020 |
PENINGKATAN PEMAHAMAN MENGENAI PROSES PERADILAN PIDANA ANAK DI SMAN 1 GODONG
(Ani Triwati, Dewi Tuti Muryati, Subaidah Ratna Juita)
DOI : 10.26623/kdrkm.v1i1.2410
- Volume: 1,
Issue: 1,
Sitasi : 0 27-Jun-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p>Untuk kepentingan terbaik bagi anak, negara melakukan pembaharuan hukum di antaranya pembaharuan dalam sistem peradilan pidana anak yaitu disahkannya Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak . Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ini termasuk masih kurang disosialisasikan karena undang-undang ini tergolong baru dan baru berlaku tahun 2014 yaitu setelah dua tahun diundangkan pada tahun 2012. Berkaitan dengan penyuluhan mengenai sistem peradilan pidana anak, Tim Pengabdian dari Universitas Semarang melakukan penyuluhan di SMAN 1 Godong. Metode yang digunakan dalam PkM ini adalah yang pertama pemberian kuesioner kepada peserta penyuluhan, untuk mengetahui bagaimana pemahaman peserta selama ini mengenai anak yang berhadapan dengan hukum dan proses peradilan pidana anak. Metode yang kedua adalah penyuluhan mengenai sistem peradilan pidana anak, selanjutnya dilakukan tanya jawab. Metode terakhir dilakukan dengan memberikan kuesioner lagi setelah dilakukan penyuluhan dan tanya jawab. Pemahaman peserta didik SMA 1 Godong mengenai anak yang berhadapan dengan hukum dan proses peradilan pidana anak, setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan meningkat sebesar 37,17 %.</p>
|
0 |
2020 |
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMA FUTUHIYAH MRANGGEN TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI
(Muhammad Iftar Aryaputra, Efi Yulistyowati)
DOI : 10.26623/kdrkm.v1i1.2414
- Volume: 1,
Issue: 1,
Sitasi : 0 27-Jun-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p>Korupsi merupakan permasalahan bagi bangsa ini. Perbuatan yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai bangsa yang dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, seharusnya rakyat hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran. Realitasnya, masih banyak rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagai suatu kejahatan yang luar biasa, korupsi harus diberantas dengan cara-cara yang luar biasa pula. Pencegahan korupsi harus dilakukan sedini mungkin. Pembiasaan sejak usia dini terhadap perilaku anti korupsi, diharapkan menjadi benteng untuk tidak melakukan korupsi pada masa depan. Generasi muda sebagai generasi penerus, pemegang estafet kepemimpinan di masa datang, memiliki peranan yang strategis dalam pemberantasan korupsi. Mata rantai korupsi yang sudah sangat kuat harus mampu diputus oleh generasi muda. Oleh karena itu, peranan generasi muda sangat penting dalam upaya memutus mata rantai korupsi. Permasalahan dalam kegiatan ini berkaitan dengan beberapa hal, yaitu pertama, rendahnya pemahaman terhadap aspek yuridis korupsi. Kedua, rendahnya pemahaman terhadap tindak pidana korupsi. Ketiga, rendahnya kepedulian siswa terhadap korupsi di lingkungan sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan ini pada dasarnya dibagi menjadi tiga katagori, pertama, pra kegiatan, yang dimulai dengan proses administrasi perijinan dan survei lokasi kegiatan. Kedua, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dengan pemberian kuesioner dan ceramah. Ketiga, evaluasi kegiatan. </p>
|
0 |
2020 |
Penerapan Self Assesment System PPh Pasal 21 Untuk UMKM
(Rita Nataliawati, Umar Yeni Suyanto, Hilda Julfi Hikmawan, Melisa Husniyyah)
DOI : 10.55606/dikmas.v2i1.161
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0 26-Jun-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.13-Aug-2025
Abstrak:
Article 21 Income Tax Income Tax is one of the tax obligations that must be applied in companies. Many Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have not applied proper tax treatment in running their business. This activity aims to provide accurate information to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), especially for Income Tax Article 21. The implementation of this community service activity is carried out using an interactive discussion approach. Therefore, ITB Ahmad Dahlan Lamongan D3 Tax Study Program implemented a Community Service program (PKM) with the activity title "Article 21 Income Tax Training for MSMEs in Lamongan". After this training, MSME actors can implement a self-assessment system, especially PPh Article 21 at the company.
|
0 |
2020 |
|
|
0 |
2020 |
Analisis Unjuk kerja Jaringan Microcell LTE Berdasarkan Variasi Level Modulasi
(Shafira Fajrin Arumsidi, Anggun Fitrian Isnawati, Ade Wahyudin)
DOI : 10.24246/aiti.v16i2.99-114
- Volume: 16,
Issue: 2,
Sitasi : 0 17-Jun-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.07-Jul-2025
Abstrak:
The development of telecommunications technology continues to increase, especially in the use of cellular communication networks. Users of cellular networks today need high-speed communication to be able to enjoy the facilities offered such as streaming video, web browsing, e-mail and others. With the current increase in user capacity, it causes a lot of interference. Therefore, the use of modulation techniques needs to be considered. To find out the proper use of modulation, in accordance with the conditions of the region and the network used, this study examines the performance of variations in modulation levels, namely QPSK, 16QAM, 64QAM and 256QAM. The parameters measured in this study include RSRP, CINR, BER, user connected and throughput. Based on the coverage by RSRP simulation results, it was found that the RSRP did not change because the power signal will always adjust to any use of the modulation level. For coverage by CINR obtained to obtain a higher rate value, a higher CINR value is needed and for coverage by BER parameters, BER does not affect the bit per symbol carried by each modulation, only affects the different types of modulation. Meanwhile, in the capacity by Throughput parameter, QPSK modulation produces the lowest average throughput value of 14.01 Mbps followed by 16QAM 21.58 Mbps 64QAM 28.6 Mbps and 256QAM 33.87 Mbps. In addition, for the capacity by user connected parameters all connected users on all modulation used will produce 100% for capacity by user connected.
|
0 |
2020 |
Pengaruh Kepengawasan dan Kepemimpinan Distributif-Relasional Terhadap Komitmen Organisasi Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Semarang
(Sophia Tri Satyawati)
DOI : 10.24246/j.js.2020.v10.i2.p142-151
- Volume: 10,
Issue: 2,
Sitasi : 0 22-May-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.07-Jul-2025
Abstrak:
The purpose of this study is to uncover the influence of supervision and distributive-relational leadership on the organizational commitment of principals. The method used in this study uses quantitative methods. The population in this study was the principal of Elementary School in Semarang District numbering 510. The sample in this study was determined based on a cluster sampling technique of 127 people. Data collected through a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The data analysis technique uses path analysis with SPSS 21 software. The results of the study show that: (1) positive and significant supervision directly influences the principal's organizational commitment; (2) distributive-relational leadership positively and significantly directly influences the organizational commitment of the principal; and (3) supervision positively and significantly influences indirectly through distributive-relational leadership to the commitment of the principal's organization.
|
0 |
2020 |
Hubungan antara Dukungan Sosial Orangtua dengan Kedisiplinan pada Peserta Didik SMP Hasanuddin 10 Kota Semarang
(Irwan Desyantoro, Sri Widyawati, Mulya Virgonita Iswindari Winta)
DOI : 10.26623/philanthropy.v4i1.1850
- Volume: 4,
Issue: 1,
Sitasi : 0 22-May-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirirs hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan kedisiplinan pada peserta didik SMP Hasanuddin 10 Kota Semarang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang sangat signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan kedisiplinan pada peserta didik SMP Hasanuddin 10 Kota Semarang. Semakin besar dukungan sosial dari orangtua, maka semakin tinggi kedisiplinan pada peserta didik, demikian pula sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 107 orang yang merupakan peserta didik dari SMP Hasanuddin 10 Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis dara dilakukan menggunakan teknik Spherman’s rho Corellation. Hasil perhitungan menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,333 dengan p = < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan kedisiplinan pada peserta didik, sehinggga hipotesis dalam penelitian ini diterima.</p><p><strong><em>Katakunci: Kedisiplinan pada Peserta Didik, Dukungan Sosial Orangtua</em></strong></p>
|
0 |
2020 |
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
(Ayu Fitriani, Ardiani Ika Sulistyawati)
DOI : 10.26623/slsi.v18i2.2296
- Volume: 18,
Issue: 2,
Sitasi : 0 20-May-2020
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return On Asset (ROA), leverage, ukuran perusahaan, kompensasi kerugian fiskal, kepemilikan institusional, dan komite audit terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015. Penelitian ini dilakukan karena beberapa penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan yang diambil dari Bursa Efek Indonesia yang kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistic Product and Service Solution (SPSS) versi 16.0. Berdasarkan kriteria, diperoleh 46 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel leverage, kompensasi kerugian fiskal, dan komite audit berpengaruh terhadap tax avoidance. Sedangkan variabel sisanya yakni return on asset (ROA), ukuran perusahaan, dan kepemilikan isntitusional terbukti tidak berpengaruh terhadap return saham.Kata Kunci : Tax Avoidance, ROA,Leverage, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Kerugian Fiskal, Kepemilikan Institusional, Komite Audit.
|
0 |
2020 |