Analysis Of Effect Of Service Quality, Quality Products, And Prices On Customer Satisfaction (Case Study At PT Asuransi Tri Pakarta Customer Branch Semarang)
(Sri Yuni Widowati)
DOI : 10.26623/ebsj.v1i1.623
- Volume: 1,
Issue: 1,
Sitasi : 0 01-Apr-2017
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p class="Abstract">The purpose of the study was to analysis: (1) the impact of service quality on customer satisfaction on PT Asuransi Tri Pakarta Semarang, (2) inflence of product quality for customer satisfaction on PT Asuransi Tri Pakarta Semarang, (3) the effect of price on customer satisfaction on PT Asuransi Tri Pakarta Semarang.</p><p class="Abstract">The population of this study were customers of 75 employees on PT Asuransi Tri Pakarta Semarang. This study was a population. The Data of this study was collected by using questionnaire. Data analysis was conducted by multiple regression analysis.</p><p class="Abstract">The result shows that (1) there is influence service quality, product quality and price on customer satisfaction on PT Asuransi Tri Pakarta Semarang.</p>
|
0 |
2017 |
Model Pasar Lelang Komoditas Agro:Perspektif Manajemen Rantai Pasokan ( Studi Pada PasarLelang Agro Forward Jawa Tengah )
(Aprih Santoso, Indarto Indarto, Sri Yuni Widowati)
DOI : 10.26623/jreb.v9i3.889
- Volume: 9,
Issue: 3,
Sitasi : 0 09-Dec-2016
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.09-Jul-2025
Abstrak:
<p>Berjalannya Pasar lelang Forward Komoditas Agro (PLKA)secara ideal dapat member layanan lelang transaksi (pembentukan harga) yang efisien dan cepat, dan tidak membebani anggaran pemerintah. PLKA bukan saja dilakukan di lantai bursa dalam gedung (<em>trading floor, trading hall, trading room, Pit</em>), tetapi juga melalui pasar lelang online (<em>remote trading</em>). Oleh karena itu, dalam salah satu program Bappebti yang tertuang dalam roadmap 2011-2014 adalah tercapainya revitalisasi pasa rlelang yang efisien, mandiri dan profesional. Niat baik dan mulya dari Departemen Perdagangan untuk ikut meningkatkan pendapatan petani tidak diragukan.</p><p> Penelitian ini mempunyai tujuan : (1) Melakukan kajian peralihan manajemen / pengelolaan pelaksanaan PLKA dari DinasPerindag Jateng kepada Koperasi Pasar Lelang Agro Jateng; (2) Melakukan pemetaan rantai pasokan komoditas agro yang diperdagangkan di PLKA Jateng. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif-eksploratif yang mencoba mendapatkan gambaran, mekanisme dan informasi mengenai aktivitas yang dilakukan oleh PLKA dari Dinas Perindag Jateng. Rencana jangka waktu penelitian dilakukan dengan tahapan; (1) Melakukan kajian peralihan manajemen/pengelolaan pelaksanaan PLKA dari Dinas Perindag Jateng kepada Koperasi Pasar Lelang Agro Jateng; dan (2) Melakukan pemetaan rantai pasokan komoditas agro yang diperdagangkan di PLKA Jateng.</p>
|
0 |
2016 |
BISNIS SENI KERAJINAN PERAK
(Yerik Afrianto Singgalen, Titi Susilowati Prabawa)
DOI : 10.24246/kritis.v25i1p71-96
- Volume: 25,
Issue: 1,
Sitasi : 0 28-Oct-2016
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.07-Jul-2025
Abstrak:
The silver handicrafts industry in the Celuk Village is growing rapidly along with the development of Bali's tourism sector. The number of tourists visiting Bali has increased from time to time and it affects the increase of souvenir purchases number, including silver-crafts. Celuk Viillage is a traditional Balinese village that has changed into a tourist attraction with its trademark in the form of gold and especially, silver. The sustainability of the silver handicraft industry in Celuk Village is supported by the harmony of the collaboration between entrepreneurs and craftsmen in running the business. This research found that the Celuk Village silver handicrafts industry shows ability to develop and maintains its business, also to face many different challenges. The entrepreneurs and craftsmen in Celuk Village not only from local residents but also include migrants from outside Bali. This paper describes the habitus, realm, capital (social, cultural, economic and symbolic capital) and practice through Pierre Bourdieu’s perspective. The explanation is based on the empirical experience of local and migrant populations as craftsmen and entrepreneurs when pioneering, developing, and maintaining silver-craft business in Celuk. The research found that different from the locals, who can utilize social capital and cultural capital when pioneering, use economic capital when developing business, then symbolic capital in sustaining business, the access of the migrants to economic capital and symbolic capital is very limited. Therefore migrants use social capital and cultural capital when pioneering, developing and sustaining their business. Regarding to Bourdieu, the difference findings between local and migrants in Celuk Village shows that there is a fight over resources (capital) in the realm, and it forms a new habitus which is differentiation in social stratification between locals as dominant and migrant entrepreneurs as subordinate entrepreneurs.
|
0 |
2016 |
|
|
0 |
2016 |
VOLATILITAS INFLASI DAERAH DI INDONESIA: FENOMENA MONETER ATAU FISKAL?
(Paula Adiati Trisdian, Yulius Pratomo, Birgitta Dian Saraswati)
DOI : 10.24246/kritis.v24i1p76-89
- Volume: 24,
Issue: 1,
Sitasi : 0 11-Aug-2016
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.07-Jul-2025
Abstrak:
This research aims to analyse the regional inflation volatility in Indonesia for the period of 1999-2009 from both monetary and fiscal sides. The data employed in this study are regional panel data consisting of 275 observations picked from several publications. The method of analysis used in this study is Fixed Effect Model. The proxy of monetary side is outstanding of loans in Rupiah and Foreign Currency of commercial and rural banks by project location of Provinces, and fiscal side is local government debt. This research finds both monetary and fiscal sides have positive relationship with the inflation volatility in Indonesia. However, only monetary side which has significant impact, but fiscal side does not. This finding further shows that the regional inflation in Indonesia is still a monetary phenomenon. Therefore, the solution to controll regional inflation in Indonesia is to manage credit rationing conducting by commercial and rural banks for every province.
|
0 |
2016 |
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) SELAMA PENYIMPANAN SUHU 4'C
(Veronika Merianti, Kukuk Yudiono, Sri Susilowati)
DOI : 10.37832/bistek.v2i1.22
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0 15-Oct-2015
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.02-Aug-2025
Abstrak:
Penyimpanan pada suhu dingin merupakan salah satu cara mempertahankan kesegaran ubi jalar ungu Ayamurasaki. Pendinginan akan memperlambat atau mencegah terjadinya kerusakan yang tidak diinginkan tanpa menimbulkan gangguan pada proses pematangan dan memperlambat perubahan yang tidak diinginkan selama penyimpanan suhu dingin. Penyimpanan suhu dingin khususnya pada suhu 40C dapat memperpanjang masa hidup jaringan-jaringan dalam bahan pangan tersebut karena aktivitas respirasi menurun dan menghambat aktivitas mikroorganisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas Var Ayamurasaki) Selama Penyimpanan Suhu 40C. Hipotesis yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: Diduga lamapenyimpanan suhu dingin mengalami peningkatan terhadap kandungan senyawaantioksidan khususnya senyawa antosianin yang terdapat dalam ubi jalar ungu(Ayamurasaki). Tempat dan waktu penelitian. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Katolik Widya Karya Malang pada bulan Maret 2014. Rancangan penelitian yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan lama penyimpanan pada suhu 40C terdiri dari 4 (empat) level. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Variabel penelitian adalah aktivitas antioksidan, kadar antosianin dan kadar gula. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan uji F dengan menggunakan F Tabel 5% dan 1% untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penyimpanan suhu 40C berpengaruh sangat nyata pada taraf 1% untuk aktivitas antioksidan, kadar antosianin dan kadar gula. Hasil yang tertinggi pada penyimpanan suhu 40C dari setiap perlakuan adalah pada hari ke 15 yang menghasilkan aktivitas antioksidan 272,061%, kadar antosianin 761,059gr/kg dan kadar gula 55,333%.Kata Kunci : Penyimpanan, Antioksidan, Antosianin, Gula
|
0 |
2015 |
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI UBI JALAR MADU (Ipomoea batatas L. var. Cilembu) Studi Kasus di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
(Efranis Manao, Lisa Kurniawati, Sari Perwita)
DOI : 10.37832/bistek.v2i1.17
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0 15-Oct-2015
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.02-Aug-2025
Abstrak:
Ipomoea batatas L. var Cilembu merupakan salah satu varietas ubi jalar madu yang mengandung karbohidrat. Masalah dalam usahatani komoditi ini adalah daya beliinput oleh petani sehingga mempengaruhi penggunaan input antara lain pupuk, tenaga kerja, pestisida, Masalah penelitian ini adalah : bagaimanakah efisiensi penggunaan inputdan apakah usahatani ubi jalar madu ini sudah menguntungkan.Responden penelitian adalah 42 petani yang dipilih secara acak sederhana dari 70 petani ubi jalar madu di lokasi penelitian. Teknik sampling yang yang digunakan adalah acak sederhana.. Untuk menguji efisiensi penggunaan input dilakukan melalui analisis efisiensi yang meliputi analisis efisiensi teknis, efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi. Selanjutnya untuk mengetahui keuntungan usahatani ini dilakukan analisis biaya dan pendapatan..Hasil penelitian menunjukkan hampir semua input yang diteliti dalam usahatani ubi jalar madu belum efisien secara baik secara efisiensi teknis, efisiensi harga maupun efisiensi ekonomis kecuali jumlah pestisida yang digunakan sudah tidak efisien secara teknis dan harga, sehingga penggunaan pestisida harus dikurangi.. Hasil analisis biaya dan pendapatan menunjukkan bahwa produksi usahatani ubi jalar madu di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang sudah menguntungkan karenapenerimaan (Total Revenue) lebih besar dari pada biaya ( Total Cost) yang dikeluarkanKata Kunci: efisiensi, usahatani, keuntungan dan ubi jalar madu
|
0 |
2015 |
ANALISIS NILAI TAMBAH UBI KAYU (Manihot utilissima L.) SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK SINGKONG ( Studi Kasus di Home Industry GK Oro Orodowo Malang )
(Nasarius Sengi, Lisa Kurniawati, Maria Puri Nurani)
DOI : 10.37832/bistek.v2i1.19
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0 15-Oct-2015
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.02-Aug-2025
Abstrak:
Nilai tambah merupakan penambahan nilai suatu produk sebelum dilakukan proses produksi dengan setelah dilakukan proses produksi. Pengolahan ubi kayu menjadi keripik singkong adalah untuk meningkatkan keawetan ubi kayu sehingga layak untuk dikonsumsi dan mengubah bentuk dari produk primer menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai ekonomisnya setelah melalui proses produksi, maka akan dapat memberikan nilai tambah karena dikeluarkan biaya-biaya sehingga terbentuk harga baru yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih besar bila dibandingkan tanpa melalui proses produksi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ;(1). Untuk mengetahui besarnya nilai tambah dari produk ubi kayu menjadi keripik singkong. (2). Untuk mengetahui efisiensi proses produksi pengolahan singkong menjadi kripik singkong. (3). Untuk mengetahui usaha pengolahan ubi kayu menjadi kripik singkong sudah menguntungkan Besarnya nilai tambah pada suatu produk dipengaruhi oleh besarnya nilai produk, harga bahan baku, serta sumbangan input lain. Maka diperoleh besarnya rata-rata nilai tambah yaitu sebesar Rp 2.082,- per kilogram atau 0,25 % dari nilai produksi.Berdasarkan analisis efisiensi teknis, bahan baku sudah efisien karena nilai koefisien regresi bahan baku 0,475 elastisitas produksi bernilai positif yaitu (0< ? <1).Berdasarkan analisis efisiensi harga, rasio NPMx/Px dari faktor produksi bahan baku 2,469 belum efisien karena faktor produksi bahan baku lebih besar dari satu. Berdasarkan analisis efisiensi ekonomis Faktor produksi biaya total 0,00 tidak efisien karena faktor produksi biaya total lebih kecil dari satu (<1). Pengolahan ubi kayu menjadi kripik singkong sudah menguntungkan karena R/C rasio > 0 berarti agroindustri keripik singkong yang diusahakan menguntungkan yaitu 1,15. Kata kunci : Nilai Tambah, Efisiensi, Keuntungan
|
0 |
2015 |
ANALISIS TINGKAT KONSUMSI UMBI-UMBIAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Rw 08 Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang)
(Elisabeth Ngilawayan, Lisa Kurniawati, Sari Perwita)
DOI : 10.37832/bistek.v2i1.18
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0 15-Oct-2015
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.02-Aug-2025
Abstrak:
Tanaman umbi-umbian adalah tanaman yang mengandung 20% karbohidrat yang merupakan hasil tanaman sumber karbohidarat di samping padi-padian dan jagung, Sebagai sumber karbohidrat yang baik sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat atau rumah tangga .Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi apakah yang mempengaruhi tingkat konsumsi umbi-umbian rumah tangga dan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi apakah yang paling dominan mempengaruhi tingkat konsumsi umbi-umbian rumah tangga di RW 08 Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.Variabel penelitian adalah jumlah pembelian umbi-umbian, pengeluaran rumah tangga, harga umbi-umbian, harga beras, pendidikan ibu rumah tangga, dan jumlah anggota rumah tangga. Untuk mengetahui pengaruh dari masing-maising variabel dilakukan uji F dan uji t (0,05) dan untuk mengetahui variabel yang paling dominan berpengaruh dilakukan uji koifisien (?). Hasil analisis uji Fhitung 16,308?Ftabel2,90atausignifikan Fhitung0,00< 0,05. Menunjukan sacara bersama-sama berpengaruh yang signifikan nyata terhadap pengeluaran rumah tangga (X1), harga umbi-umbian (X2), harga beras (X3), pendidikan ibu rumah tangga (X4), dan jumlah anggota rumah tangga (X5) terhadap jumlah pembelian umbi-umbian. Hasil analisis uji t dari Variabel pengeluaran ibu rumah tangga (X1) thitung 8,427>ttabel 1,753, Variabel harga umbi-umbian (X2) thitung-4,046>ttabel1,753, Variabel harga beras (X3) thitung -3,05>ttabel1,753,Variabel pendidikan ibu rumah tangga (X4) thitung-5,41>ttabel1,753,Variabel jumlah anggota keluarga (X5) thitung 6,91>ttabel 1,753. Menunjukan adanya pengaruh yang signifikan nyata terhadap variabel dependen. Hasil analisis uji (?) pengaruh variabel yang paling dominan yaitu pengeluaran rumah tangga 1.158.Kata Kunci: Konsumsi, Umbi-umbian, Rumah Tangga
|
0 |
2015 |
PENGARUH SUHU VACUUM DRYING TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) YANG DIENKAPSULASI DENGAN MALTODEKSTRIN
(Arnoldus Alvin, Kukuk Yudiono, Sri Susilowati)
DOI : 10.37832/bistek.v2i1.16
- Volume: 2,
Issue: 1,
Sitasi : 0 15-Oct-2015
| Abstrak
| PDF File
| Resource
| Last.02-Aug-2025
Abstrak:
Potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia menjadikan Negara yang subur dan beranekaragam flora dan fauna. Salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak diproduksi di Indonesia adalah ubi jalar. Ubi jalar (Ipomoea batatas L. ) merupakan sumber pangan penting dan potensial untuk dijadikan pakan dan bahan baku industri.Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan bahan. Proses ekstraksi mempunyai bagian utama yaitu pelarut dan bahan utama. Ekstraksi antosianin dari dalam jaringan ubi jalar ungu dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi selanjutnya dienkapsulasi dengan menggunakan maltodekstrin. Setelah itu dikeringkan dalam alat pengering vakum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu vacuum drying terhadap ekstraksi antosianin ubi jalar ungu (ipomea batatas var ayamurasaki) yang dienkapsulasi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 (satu) faktor yaitu faktor suhu yang terdiri dari 3 (tiga) level. Hasil rerata paling tinggi total antosianin didapat dari suhu 400C sebesar 166 mg/100g, aktivitas antioksidan didapat dari suhu 400C sebesar 24,00%, derajat kecerahan (L*) didapat dari suhu 400C sebesar 62,43, derajat kemerahan (a*) didapat dari suhu 400C sebesar 33,63, derajat kekuningan (b*) didapat dari suhu 600C sebesar 5,20, dan kadar air didapat dari suhu 400C sebesar 3,49.Kata kunci: Antosianin, Ubi Jalar, Suhu, Enkapsulasi
|
0 |
2015 |